Profil Yayasan Asshodiqiyah

Yayasan Asshodiqiyah Semarang dirintis dan didirikan dengan Akte Notaris No. 10 Tanggal 14 September 1998 M, dengan seluas tanah kurang lebih 3 Hektar yang diprakarsai langsung oleh seorang kiai yang bernama KH. Shodiq Hamzah sebagai mu’assis (pendiri) yayasan tersebut. Yayasan Asshodiqiyah Semarang adalah sebuah pusat lembaga yayasan yang  bergerak dalam bidang sosial keagamaan dan pendidikan, penelitian, dakwah, bimbingan haji dan umrah serta kegiatan-kegiatan lain yang tidak bertentangan dengan agama dan pembangunan sosial. Terutamanya adalah KBIH Asshodiqiyah dan PT. Umroh Asshodiqiyah yang merupakan bagian dari amal usaha dari yayasan Asshodiqiyah yang berada di kota Semarang. Dalam bidang KBIH yang berada langsung dibawah naungan yayasan Asshodiqiyah Semarang yang berdiri sejak tahun 1985 M. KBIH ini dipimpin dan dibimbing langsung oleh KH. Shodiq Hamzah yang selama ini memimpin bimbingan ibadah haji dan PT. Umroh Asshodiqiyah dengan jama’ah rata-rata satu kloter lebih setiap tahunnya. Selain itu, yayasan Asshodiqiyah Semarang memiliki pesantren yang dinamakan pondok pesantren Asshodiqiyah yang berada di kota Semarang. Nama pesantren ini tidak lain karena bertafa’ul dengan nama kiai pendiri itu sendiri supaya kedepannya menjadi lembaga pendidikan dan tempat pesantren yang sesuai dengan niat, makna, karakter, serta maksud dan tujuan dari pendiri sekaligus pengasuh pondok pesantren tersebut. Pondok Pesantren Asshodiqiyah Semarang adalah salah satu institusi lembaga pendidikan agama Islam yang terletak di kota Semarang Jawa Tengah. Pesantren ini diasuh oleh seorang kiai yang bernama KH. Shodiq Hamzah. Pesantren ini dibangun sejak satu dekade yang lalu, tepatnya pada tahun 2008 M dan diresmikan oleh Syaikhuna Dr. (HC) KH. Ahmad Mustofa Bisri, Leteh, Rembang pada Ahad Wage, 7 Maret 2010 atau bertepatan dengan 21 Rabi’ul Awwal 1431 H.

Makna filososfi dari nama الصادقية

  • Alif: Ihsan (kebaikan).
  • Lam: Latief (lembut).
  • Shad: Shafa (bersih).
  • Alif: Ulfah (condong).
  • Dal: Din (agama).
  • Qaf: Qana’ah (menerima)
  • Ya’: Yaqiniyah (yakin).

Artrinya adalah suatu keharusan bagi santri Asshodiqiyah di manapun berada, baik di pesantren maupun di luar pesantren harus bisa menerapkan perbuatan yang baik, bersikap halus, lembut, bersih, condong pada agama, menerima apa adanya serta mempunyai keyakinan yang teguh dalam jiwanya sebagai santri Asshodiqiyah. Maka dari itu, bahwa nama pondok pesantren Asshodiqiyah sudah terbukti telah membuktikan peran dan eksistensinya di tengah-tengah masyarakat sebagai sebuah  pondok pesantren yang dihuni oleh para santri yang haus menuntut ilmu, baik dari ilmu agama maupun ilmu pengetahuan lainnya yang pada insyaallah akan tumbuh dengan subur dan maju secara pesat. Fasilitas yang ada dalam Yayasan Asshodiqiyah Semarang sendiri telah berdiri sebuah masjid yang bernama masjid Jami’ al-Mabrur, rumah kediaman kiai, asrama pondok pesantren putra dan putri, gedung sekolah SMK Farmasi dan Teknik Jaringan Komputer, gedung SMP Islam Terpadu, gedung SD Islam Terpadu, gedung Madrasah Diniyah, gedung aula KH. Shodiq Hamzah, BMT, kantor KBIH dan PT. Umroh serta Kopontren. Untuk perkembangannya ke depan pesantren ini insyaAllah nanti akan dibangun Mts dan MA, serta Perguruan Tinggi (Kebidanan dan Keperawatan).

Visi

Membentuk pribadi santri yang mulia, cerdas, berkarakter ahlu sunnah wal jama’ah.

Misi

Membentuk pribadi santri yang mulia dan berkepribadian luhur berdasarkan keimanan, ketaqwaan, akhlakul karimah, dan nilai-nilai keagamaan. Mengembangkan potensi intelektual dan kemampuan santri untuk membentuk pribadi yang cerdas, unggul dalam menciptakan, mengembangkan, serta memanfaatkan ilmu dan terknologi sebagai wujud pengabdian kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW. Membangun karakter santri dengan wawasan ahlu sunnah wal jama’ah, berpegang teguh pada al-Qur’an dan sunnah nabi Muhammad SAW dalam pengabdian kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Filosofi logo dan lambang pondok pesantren Asshodiqiyah

Bentuk logo segi lima melambangkan rukun Islam dan Pancasila Dua bintang kanan kiri melambangkan bahwa santri Asshodiqiyah baik putra maupun putri di manapun ia berada selalu menjadi bintang kehidupan di masyarakatnya masing-masing. Tali yang bersambung melambangkan santri Asshodiqiyah diharapkan menjalin silaturahim dan tidak lepas dengan almamater pondok pesantren Asshodiqiyah Lambang dunia memberikan arti santri Asshodiqiyah harus bisa menaklukan dunia dengan keilmuan yang ia peroleh dari pesantren Lambang masjid memberikan arti santri Asshodiqiyah diharapkan hatinya selalu nyambung dan ingat pada masjid di manapun ia berada, guna untuk selalu menjaga spiritualitasnya. Lambang pena, diharapkan santri Asshodiqiyah ke depannya selalu produktif dalam mengembangkan skill dan karyanya. Lambang kitab, diharapkan santri Asshodiqiyah hatinya selalu tidak lupa dengan kitab suci al-Qur’an yang mana dari al-Qur’an tersebut semua keilmuan kita dapatkan.